3 April 2011

Budaya Sungkem dalam Pernikahan Adat Sunda

Pernikahan menjadi sesuatu yang dinanti-nanti setiap pasangan. Meski jaman sudah semakin modern, sebagian besar pasangan di Indonesia nampak tidak melupakan dan masih senantiasa melakukan prosesi pernikahan dengan menggunakan adat asalnya. Contoh saja pada prosesi pernikahan Sigit Purnomo Syamsudin Said atau Pasha Ungu dengan pasangannya Adelia Wilhelmina.

Prosesi pernikahan mereka dilakukan dengan adat Sunda sesuai daerah asal Adel, seperti pengajian, ngaras, siraman dan seserahan yang dilakukan sehari sebelum hari pernikahan. Tak hanya itu, pada hari pernikahan tepatnya setelah akad nikah juga dilanjutkan dengan upacara adat lainnya seperti sungkeman,  saweran, ninjak endog, huap lingkung, dan huap deudeuh. Bagi banyak orang Sunda, tahap upacara adat pernikahan wajib dilakukan sebelum dan setelah pernikahan.

Sungkeman atau dalam budaya Sunda disebut sembah sungkem dilakukan setelah acara akad nikah oleh kedua mempelai kepada kedua orangtua masing-masing dengan tujuan mohon doa restu atas akan memulainya kehidupan bahtera rumah tangga. Sembah sungkem juga dilakukan kepada nenek dan kakek atau saudaranya masing-masing.

Menurut seorang pakar budaya Jawa Barat, Windi Rusdiana, prosesi sungkeman yang dilakukan Pasha dan Adelia sudah sangat baik. Menurutnya, sungkeman adalah prosesi bakti anak kepada orangtua sebelum melepas status sebagai anak dan mengikat pernikahan dengan orang lain. Windi menambahkan, tradisi sungkeman harus dipertahankan dan dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa.

Prosesi sembah sungkem sebenarnya mirip dengan prosesi ngaras. Perbedaannya, ngaras dilakukan oleh masing-masing calon mempelai pengantin sehari sebelum hari pernikahan dengan cara mencuci kaki kedua orangtuanya dan meminta maaf, sedangkan pada acara sembah sungkem kedua mempelai yang sudah resmi menikah melakukannya bersama-sama di hadapan kedua orangtua mereka.

Urutan sembah sungkem diawali oleh masing-masing ibu mempelai, kemudian bergantian kepada ibu mertua. Dilanjutkan sembah sungkem masing-masing ayah dan kemudian bertukar tempat sembah sungkem kepada ayah mertua.

Makna dari sembah sungkem dalam pernikahan adat Sunda adalah mohon doa restu lahir batin dari orangtua agar dapat hidup rukun, damai dan bahagia. Prosesi ini diiringi dengan salawat nabi untuk menyampaikan salam dan salawat kita kepada Nabi Muhammad utusan Allah. (dc)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar